Langsung ke konten utama

Analisa warna larutan gula

Selamat siang
Sedikit berbagi pengalaman yang saya dapat tentang sekilas kegiatan Analisa di Laboratorium Pabrik Gula
Kebetulan saya bekerja di salah satu pabrik Gula di Jawa Timur
Langsung saja kita ke tema kali ini yaitu mengenai pengukuran Warna Larutan Gula
Saya sengaja membahas tema ini agar rekan-rekan tahu mengenai salah satu Standar Mutu Produk Gula sesuai SNI -3140.3:2010, yaitu salah satunya mengenai Warna larutan. Untuk Gula kristal Putih 1 ( GKP 1) sesuai standarnya yaitu dikisaran 81 - 200 IU ( icumsa) Warna larutan atau lebih dikenal dengan Warna Icumsa dengan satuan IU (Icumsa Unit) diukur dengan metode ICUMSA (International Commission for Uniform  Methods of  Sugar Analysis). Semakin besar IU semakin gelap warna larutan, semakin rendah mutunya.
Berikut prosedur untuk melakukan pengukuran Warna Larutan Gula 

Peralatan
  • Spectrophotometer
  • Alat penyaring Buchner
  • Pompa vacuum
  • Shaker/ stirrer
  • Timbangan analitik
  • pH meter
  • Erlenmeyer 250 ml dan
  • Refraktrometer
Bahan
  • Sampel Gula GKP
  • Aquades
  • Kieselguhr
Prosedur analisa untuk contoh gula
Ø  Ambil contoh SHS sebanyak 50 gr ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan aquades sebanyak 50 ml, dan +/- 1 gr kieselghur masukkan dalam stirrer, aduk sampai homogen.
Ø  Saring dengan kertas Whatman 42 dengan alat penyaring Buchner yang terhubung dengan pompa vacuum. lakukan penyaringan filtrat sekali lagi.
Ø  Ukur briks filtrat dengan Refraktrometer briks, kemudian tentukan berat jenis nya
Ø  Siapkan Spectrofotometer dengan panjang gelombang 420 nm, tetapkan Transmitans pada 100%/ Absorbansi0 dengan aquades.
Ø  Sisa filtrat diukur Absorbansinya dengan spectrophotometer tersebut.

Perhitungan:

Warna (ICUMSA)                       =
    
(Absorbansi larutan x 100 000 ) : tebal kuvet x briks larutan x Berat jenis larutan

Demikian sekilas tentang pengukuran Warna Larutan Gula, menggunakan metode Icumsa, semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan rekan rekan mengenai kegiatan Analisa di Laboratorium Pabrik Gula.

Terima kasih










Komentar

Postingan populer dari blog ini

2.4. Fermentasi Fermentasi adalah suatu proses oksidasi karbohidrat anaerob jenih atau anaerob sebagian. Dalam suatu proses fermentasi bahan pangan seperti natrium klorida bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan organisme pembusuk dan mencegah pertumbuhan sebagian besar organisme yang lain. Suatu fermentasi yang busuk biasanya adalah fermentasi yang mengalami kontaminasi, sedangkan fermentasi yang normal adalah perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Mikroba yang digunakan untuk fermentasi dapat berasal dari makanan tersebut dan dibuat pemupukan terhadapnya. Tetapi cara tersebut biasanya berlangsung agak lambat dan banyak menanggung resiko pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki lebih cepat. Maka untuk mempercepat perkembangbiakan biasanya ditambahkan mikroba dari luar dalam bentuk kultur murni ataupun starter (bahan yang telah mengalami fermentasi serupa). Manusia memanfaatkan Saccharomyces cereviseae untuk melangsungkan fermentasi, baik dalam makanan maupun dalam minuman ya...
let's get your imagine