2.4. Fermentasi
Fermentasi
adalah suatu proses oksidasi karbohidrat anaerob jenih atau anaerob sebagian.
Dalam suatu proses fermentasi bahan pangan seperti natrium klorida bermanfaat
untuk membatasi pertumbuhan organisme pembusuk dan mencegah pertumbuhan sebagian
besar organisme yang lain. Suatu fermentasi yang busuk biasanya adalah
fermentasi yang mengalami kontaminasi, sedangkan fermentasi yang normal adalah
perubahan karbohidrat menjadi alkohol.
Mikroba yang
digunakan untuk fermentasi dapat berasal dari makanan tersebut dan dibuat
pemupukan terhadapnya. Tetapi cara tersebut biasanya berlangsung agak lambat
dan banyak menanggung resiko pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki lebih
cepat. Maka untuk mempercepat perkembangbiakan biasanya ditambahkan mikroba dari
luar dalam bentuk kultur murni ataupun starter (bahan yang telah mengalami
fermentasi serupa).
Manusia
memanfaatkan Saccharomyces cereviseae untuk melangsungkan
fermentasi, baik dalam makanan maupun dalam minuman yang mengandung
alcohol. Jenis mikroba ini mampu mengubah cairan yang mengandung gula menjadi
alcohol dan gas CO2 secara cepat dan efisien (Sudarmadji K., 1989).
|
5
|
Fermentasi
bioethanol dapat didefenisikan sebagai proses penguraian gula menjadi
bioethanol dan karbondioksida yang disebabkan enzim yang dihasilkan oleh massa
sel mikroba.
Perubahan
yang terjadi selama proses fermentasi adalah:Perubahan glukosa menjadi
bioethanol oleh sel-sel Saccharomyces cereviseae.
C6H12O6 saccharomyces cereviseae C2H5OH + 2CO2
Glukosa enzim zimosa etanol
Fermentasi
bioethanol dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain :
a. Media
Pada umumnya bahan dasar yang
mengandung senyawa organik terutama glukosa dan pati dapat digunakan sebagai
substrat dalam proses fermentasi bioethanol (Prescott and Dunn, 1959)
b. Suhu
Suhu optimum bagi pertumbuhan Saccharomyces
cereviseae dan aktivitasinya adalah 25-35oC. suhu memegang
peranan penting, karena secara langsung dapat mempengaruhi aktivitas Saccharomyces
cereviseae dan secra tidak langsung akan mempengaruhi kadar
bioethanol yang dihasilkan (Prescott and Dunn, 1959).Pada penelitian ini
pertumbuhan Saccharomyces cereviseae dijaga pada suhu 27oC
.
c. Nutrisi
|
6
|
d. pH
pH substrat atau media fermentasi
merupakan salah satu faktor
yang menentukan kehidupan Saccharomyces cereviseae.
Salah satu sifat Saccharomyces cereviseae adalah bahwa pertumbuhan
dapat berlangsung dengan baik pada kondisi pH 4 – 6 (Prescott and Dunn, 1959).
e. Volume
starter
Volume starter yang ditambahkan 3-7%
dari volume media fermentasi. Jumlah volume starter tersebut sangat baik dan
efektif untuk fermentasi serta dapat menghasilkan kadar alcohol yang relative
tinggi (Monick, J. A., 1968).
Penambahan volume starter yang
sesuai pada proses fermentasi adalah 5% dari volume fermentasi (Prescott and
Dunn, 1959).Volume starter yang terlalu sedikit akan mengakibatkan
produktivitas menurun karena menjadi lelah dan keadaan ini memperbesar terjadinya
kontaminasi. Peningkatan volume starter akan mempercepat terjadinya fermentasi
terutama bila digunakan substrat berkadar tinggi. Tetapi jika volume starter
berlebihan akan mengakibatkan hilangnya kemampuan bakteri untuk hidup sehingga
tingkat kematian bakteri sangat tinggi.
f. waktu fermentasi
|
7
|
g.
konsentrasi gula
Konsentrasi gula yang cocok adalah
10-18 %, jika konsentrasi gulanya rendah menyebabkan fermentasi tidak optimal
sedangkan apabila konsentrasi gulanya terlalu tinggi akan menyebabkan
terhambatnya perkembangan Saccharomyces
cereviseae.
Komentar
Posting Komentar