Langsung ke konten utama
ANALISA KADAR FOSFAT NIRA
Peralatan
·         Spectrofotometer 650 nm
·         Pipet mikro berskala 1 ml
·         Gelas ukur 10 ml
·         Gelas kimia 100 ml
·         Hot plate
·         Erlenmeyer 100 ml
·         Kertas saring Whatman 42
Bahan
·         Larutan Ammonium molibdat-Asam sulfat
·         Asam askarbit ( vitamin C)
·         Larutan standar fosfat ( 1 ml = 0.1 mg P2O5)
·         Kieselguhr
·         Aquades
Standarisasi dan kalibrasi
·         Buatlah beberapa deret standar pospat
·         Pipet larutan standar fosfat masing-masing  0.0 ml(blanko); 0.5 ml ; 1.0 ml; 1.5 ml; 2.0 ml; 2.5 ml; 3.0 ml ke dalam gelas kimia 100 ml.  Tambahkan 4 ml larutan Ammonium molibdat-Asam sulfat, tambahkan aquades sebanyak  40 ml.tutup dengan gelas arloji.
·         Panaskan diatas hot plate sampai titik didih.
·         Tambahkan sedikit demi sedikit asam askarbit sekitar 0.1 g, dinginkan dalam bak air dingin.
·         Pindahkan secara kuantitatip larutan tersebut dalam labu takar 100 ml, tepatkan sampai garis tanda dengan aquades.
·         Ukur absosbansi larutan dengan spectrophotometer 650 nm.
·         Catat absorbansi masing-maing larutan standar tersebut. Selanjutnya absorbansi standar mulai dari 0.5 ml sampai dengan 3.0 ml dikoreksi dengan absorbansi standar blanko.
·         Buat persamaan regresi, yaitu hubungan antara konsentrasi (Y) dengan absorbansi standar terkoreksi(X) kedalam persamaan regresi  Y = aX + c. Jika koefisien determinasi ( R2) ≥ 0.95 maka persamaan regresi tersebut dapat di gunakan.
·         Misal hasil persamaan regresi di dapat :  Y = 3.0716X + 0.2173


Prosedur analisa
Untuk blanko
Ø  Isi gelas kimia 100 ml dengan  40 ml aquades, tambahkan 4 ml larutam Ammonium molibdat-Asam sulfat. Tutup dengan gelan arloji
Ø  Panaskan di atas hot plate sampai titik didih.
Ø  Tambahkan sedikit demi sedikit Asam askarbit sekitar 0.1 g, akan timbul warna biru.dinginkan.
Ø  Pindahkan kuantitatip larutan kedalam labutakar 100 ml, strip dengan aquades  sampai dengan garis tanda.
Ø  Ukur absorbansi larutan dengan spectrophotometer panjang gelombang 650 nm.
Ø  Catat absorbansi blanko.
Untuk sampel nira
Ø  Sekitar 50 ml nira dibubuhi 1 g kieselguhr. Kocok homogen, kemudian saring dengan kertas whatman 42. 5-10 ml filtrate pertama tidak ditampung.
Ø  Pipet  1 ml filtrat ke dalam gelas kimia 100 ml, tambahkan 40 ml aquades  dan  4 ml larutan Ammonium molibdat-Asam sulfat, tutup dengan gelas arloji.
Ø  Panaskan diatas hot plate sampai titik didih.
Ø  Tambahkan sedikit demi sedikit Asam askarbit sebanyak 0.1 g. setelah muncul warna biru dinginkan.
Ø  Pindahkan kuantitatip larutan kedalam labu takar 100 ml, strip dengan aquades sampai garis tanda.
Ø  Ukur absorbansi warna larutan tersebut dengan spectrophotometer dengan panjang gelombang 650 nm.
Ø  Catat absobansi sampel.

Perhitungan
Misal:
Absorbansi contoh 1 ml/ 100ml    = ab
Absorbansi blanko                           = b
Absorbansi sampel terkoreksi (X) = (ab – b)
                                                           = a

Kadar Fosfat contoh nira                = (( 3,0716 x a )+ 0,2173) x 100 mg/lt

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa warna larutan gula

Selamat siang Sedikit berbagi pengalaman yang saya dapat tentang sekilas kegiatan Analisa di Laboratorium Pabrik Gula Kebetulan saya bekerja di salah satu pabrik Gula di Jawa Timur Langsung saja kita ke tema kali ini yaitu mengenai pengukuran Warna Larutan Gula Saya sengaja membahas tema ini agar rekan-rekan tahu mengenai salah satu Standar Mutu Produk Gula sesuai SNI -3140.3:2010, yaitu salah satunya mengenai Warna larutan. Untuk Gula kristal Putih 1 ( GKP 1) sesuai standarnya yaitu dikisaran 81 - 200 IU ( icumsa) Warna larutan atau lebih dikenal dengan Warna Icumsa dengan satuan IU (Icumsa Unit) diukur dengan metode ICUMSA (International Commission for Uniform  Methods of  Sugar Analysis). Semakin besar IU semakin gelap warna larutan, semakin rendah mutunya. Berikut prosedur untuk melakukan pengukuran Warna Larutan Gula  Peralatan Spectrophotometer Alat penyaring Buchner Pompa vacuum Shaker/ stirrer Timbangan analitik pH meter Erlenmeyer 250 ml dan R...
2.4. Fermentasi Fermentasi adalah suatu proses oksidasi karbohidrat anaerob jenih atau anaerob sebagian. Dalam suatu proses fermentasi bahan pangan seperti natrium klorida bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan organisme pembusuk dan mencegah pertumbuhan sebagian besar organisme yang lain. Suatu fermentasi yang busuk biasanya adalah fermentasi yang mengalami kontaminasi, sedangkan fermentasi yang normal adalah perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Mikroba yang digunakan untuk fermentasi dapat berasal dari makanan tersebut dan dibuat pemupukan terhadapnya. Tetapi cara tersebut biasanya berlangsung agak lambat dan banyak menanggung resiko pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki lebih cepat. Maka untuk mempercepat perkembangbiakan biasanya ditambahkan mikroba dari luar dalam bentuk kultur murni ataupun starter (bahan yang telah mengalami fermentasi serupa). Manusia memanfaatkan Saccharomyces cereviseae untuk melangsungkan fermentasi, baik dalam makanan maupun dalam minuman ya...
let's get your imagine