Langsung ke konten utama


let's get your imagine



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa warna larutan gula

Selamat siang Sedikit berbagi pengalaman yang saya dapat tentang sekilas kegiatan Analisa di Laboratorium Pabrik Gula Kebetulan saya bekerja di salah satu pabrik Gula di Jawa Timur Langsung saja kita ke tema kali ini yaitu mengenai pengukuran Warna Larutan Gula Saya sengaja membahas tema ini agar rekan-rekan tahu mengenai salah satu Standar Mutu Produk Gula sesuai SNI -3140.3:2010, yaitu salah satunya mengenai Warna larutan. Untuk Gula kristal Putih 1 ( GKP 1) sesuai standarnya yaitu dikisaran 81 - 200 IU ( icumsa) Warna larutan atau lebih dikenal dengan Warna Icumsa dengan satuan IU (Icumsa Unit) diukur dengan metode ICUMSA (International Commission for Uniform  Methods of  Sugar Analysis). Semakin besar IU semakin gelap warna larutan, semakin rendah mutunya. Berikut prosedur untuk melakukan pengukuran Warna Larutan Gula  Peralatan Spectrophotometer Alat penyaring Buchner Pompa vacuum Shaker/ stirrer Timbangan analitik pH meter Erlenmeyer 250 ml dan R...
2.4. Fermentasi Fermentasi adalah suatu proses oksidasi karbohidrat anaerob jenih atau anaerob sebagian. Dalam suatu proses fermentasi bahan pangan seperti natrium klorida bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan organisme pembusuk dan mencegah pertumbuhan sebagian besar organisme yang lain. Suatu fermentasi yang busuk biasanya adalah fermentasi yang mengalami kontaminasi, sedangkan fermentasi yang normal adalah perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Mikroba yang digunakan untuk fermentasi dapat berasal dari makanan tersebut dan dibuat pemupukan terhadapnya. Tetapi cara tersebut biasanya berlangsung agak lambat dan banyak menanggung resiko pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki lebih cepat. Maka untuk mempercepat perkembangbiakan biasanya ditambahkan mikroba dari luar dalam bentuk kultur murni ataupun starter (bahan yang telah mengalami fermentasi serupa). Manusia memanfaatkan Saccharomyces cereviseae untuk melangsungkan fermentasi, baik dalam makanan maupun dalam minuman ya...

pembuatan larutan indikator

Dalam lab biokimia sering kali digunakan larutan indikator. Namun larutan-larutan tersebut ternyata bisa dibuat sendiri dalam sekala laboraturium dengan bahan-bahan lab. Itung-itung pengiritan biaya dalam penelitian kita dapat membuatnya sendiri. Berikut ini dijelaskan macam-macam metode pembuatan larutan sendiri oleh seorang laboran yang cukup sederhana. Larutan Benedict Larutan Benedict digunakan untuk menguji adanya kandungan glukosa dalam suatu bahan (makanan). Adanya glukosa dalam bahan ditandai dengan warna merah bata. Cara membuat larutan Benedict yaitu: (1) Larutkan 173 gram natrium sitrat dan 100 gram natrium karbonat ke dalam 600 ml air suling. (2) Panaskan hingga larut, kemudian saring. (3) Larutkan 17,3 gram kupri sulfat ke dalam 150 ml air suling. (4) Secara perlahan-lahan, tambahkan larutan kupri sulfat ke dalam larutan natrium sitrat-natrium karbonat. Aduk terus-menerus. (5) Tambahkan air suling sehingga mencapai volume 1 L. Larutan Biuret Larutan Biuret...