Langsung ke konten utama

Postingan

SIMBOL BAHAN KIMIA

selamat siang sobat, masih dilingkup kegiatan laboratorium., tentunya rekan rekan tahu tentang bahaya dari bahan kimia yang dipakai dilingkungan tempat kerja anda, khususnya yg berkecimpung di laboratium saya mencoba berbagi mengenai simbol simbol yang tertera dalam kemasan/botol bahan kimia. Simbol bahaya adalah piktogram dengan tanda hitam pada latar belakang oranye, kategori bahaya untuk bahan dan formulasi ditandai dengan simbol bahaya, yang terbagi dalam : • Resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisika-kimia) • Resiko kesehatan (sifat toksikologi) atau • Kombinasi dari keduanya. Berikut ini adalah penjelasan simbol-simbol bahaya . 1. Explosive  (bersifat mudah meledak) Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang ud...

Analisa warna larutan gula

Selamat siang Sedikit berbagi pengalaman yang saya dapat tentang sekilas kegiatan Analisa di Laboratorium Pabrik Gula Kebetulan saya bekerja di salah satu pabrik Gula di Jawa Timur Langsung saja kita ke tema kali ini yaitu mengenai pengukuran Warna Larutan Gula Saya sengaja membahas tema ini agar rekan-rekan tahu mengenai salah satu Standar Mutu Produk Gula sesuai SNI -3140.3:2010, yaitu salah satunya mengenai Warna larutan. Untuk Gula kristal Putih 1 ( GKP 1) sesuai standarnya yaitu dikisaran 81 - 200 IU ( icumsa) Warna larutan atau lebih dikenal dengan Warna Icumsa dengan satuan IU (Icumsa Unit) diukur dengan metode ICUMSA (International Commission for Uniform  Methods of  Sugar Analysis). Semakin besar IU semakin gelap warna larutan, semakin rendah mutunya. Berikut prosedur untuk melakukan pengukuran Warna Larutan Gula  Peralatan Spectrophotometer Alat penyaring Buchner Pompa vacuum Shaker/ stirrer Timbangan analitik pH meter Erlenmeyer 250 ml dan R...
ANALISA KADAR FOSFAT NIRA Peralatan ·          Spectrofotometer 650 nm ·          Pipet mikro berskala 1 ml ·          Gelas ukur 10 ml ·          Gelas kimia 100 ml ·          Hot plate ·          Erlenmeyer 100 ml ·          Kertas saring Whatman 42 Bahan ·          Larutan Ammonium molibdat-Asam sulfat ·          Asam askarbit ( vitamin C) ·          Larutan standar fosfat ( 1 ml = 0.1 mg P 2 O 5 ) ·          Kieselguhr ·          Aquades Standarisasi dan kalibrasi ·   ...
let's get your imagine
RUMUS MENGHITUNG KWH PEMAKAIAN LISTRIK Buat anda yang berlangganan PLN, mungkin anda sering berpikir kalau biaya KWH listrik terlalu mahal. Nah, sesekali anda patut mencoba menghitung pemakaian listrik anda. Di PLN mungkin saja terjadi kesalahan. Bagaimana menghitung kwh anda? Simaklah uraian singkat tentang Rumus Menghitung KWH pemakaian listrik anda. contoh perhitungan listrik dengan rumus menghitung kwh Kita ambil hitungan untuk satu alat listrik misalnya mesin cuci. Mesin cuci dengan daya 500 watt digunakan setiap 2 hari sekali selama 1 jam. Rumah anda masuk dalam tarif dasar listrik golongan R-1 dengan daya 1.300. Rumus Menghitung KWHnya KWH Pemakaian Listrik = daya alat listrik x lama pemakaian (dalam jam) kWH pemakaian Mesin cuci sebulan = 500 x 15 = 7500 WH = 7,5 kWH Berapa biaya listrik sebulan untuk mesin cuci? tinggal masukkan ke rumus menghitung biaya listriknya Biaya Listrik = Pemakaian (kWH) x Tarif Dasar Listrik Biaya Listrik = 7,5 x 795 = Rp. 5.963 ...
2.4. Fermentasi Fermentasi adalah suatu proses oksidasi karbohidrat anaerob jenih atau anaerob sebagian. Dalam suatu proses fermentasi bahan pangan seperti natrium klorida bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan organisme pembusuk dan mencegah pertumbuhan sebagian besar organisme yang lain. Suatu fermentasi yang busuk biasanya adalah fermentasi yang mengalami kontaminasi, sedangkan fermentasi yang normal adalah perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Mikroba yang digunakan untuk fermentasi dapat berasal dari makanan tersebut dan dibuat pemupukan terhadapnya. Tetapi cara tersebut biasanya berlangsung agak lambat dan banyak menanggung resiko pertumbuhan mikroba yang tidak dikehendaki lebih cepat. Maka untuk mempercepat perkembangbiakan biasanya ditambahkan mikroba dari luar dalam bentuk kultur murni ataupun starter (bahan yang telah mengalami fermentasi serupa). Manusia memanfaatkan Saccharomyces cereviseae untuk melangsungkan fermentasi, baik dalam makanan maupun dalam minuman ya...